Tampilkan postingan dengan label Sistem Imun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Imun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

SISTEM IMUN: Pertahanan Biologi

Terdapat populasi alami bakteri tidak berbahaya yang hidup di kulit dan membran mukosa yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Bakteri tidak berbahaya tersebut melindungi kita dengan cara berkompetisi dengan bakteri patogen dalam mendapatkan nutrisi. Antibiotik dengan spektrum luas dapat menghancurkan bakteri yang bermanfaat tersebut dan menyebabkan hilangnya sejumlah pertahanan tubuh.

SISTEM IMUN: Pertahanan Kimia

Air mata, mukus, saliva dan keringat semuanya mengandung zat kimia yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Lisozim adalah suatu enzim yang ditemukan pada kebanyakan hasil sekresi tersebut. Enzim lisozim mengkatalisis hidrolisis molekul dinding sel bakteri. Selain lisozim, keringat mengandung laktat yang juga berfungsi memperlambat pertumbuhan bakteri.
Asam hidroklorik yang terdapat pada cairan lambung membunuh sebagian besar mikroorganisme yang masuk ke dalam lambung. Vagina mengandung bakteri tidak berbahaya yang mengubah karbohidrat menjadi laktat yang dapat mematikan bakteri patogen.

SISTEM IMUN: Pertahanan Mekanik

Rambut hidung berfungsi sebagai filter udara yang melewati saluran hidung. Bakteri dan partikel lain yang terperangkap di mukus akan disapu keluar dari paru-paru oleh silia yang merupakan rambut-rambut halus yang memiliki gerakan seperti gelombang.

Selasa, 13 Maret 2012

SISTEM IMUN: Pertahanan Fisik

Kulit memberikan penghalang fisik bagi jalan masuknya patogen ke dalam tubuh. Lapisan luar sel kulit mati yang keras mengandung keratin dan sangat sedikit air, sehingga pertumbuhan patogen, misalnya mikroorganisme terhambat. Kulit juga mensekresi berbagai zat yang menghambat pertumbuhan bakteri, yaitu sebagai berikut:

Air Mata
Kelenjar lakrimal mensekresi air mata yang melarutkan dan mencuci mikroorganisme dan bahan kimia penyebab iritasi mata.

Sebum (Minyak)
Sebum disekresikan oleh kelenjar sebacea serta mengandung asam lemak yang memiliki aksi antimikrobial.

Mukus
Mukus merupakan hasil sekresi sel-sel goblet yang terdapat di sepanjang saluran pernapasan. Mukus merupakan cairan lendir yang lengket sehingga dapat menangkan patogen yang berasal dari udara.

SISTEM IMUN

Kita dikelilingi oleh virus, bakteri, jamur, dan organisme lain yang dapat masuk ke dalam tubuh kita dan menyebabkan penyakit. Tubuh kita dapat mencegah atau menolak suatu penyakit masuk ke dalam tubuh. Bagaimana hal ini dapat terjadi?
Tubuh kita memiliki sistem imun. Sistem imun tersusun dari sel-sel dan jaringan yang membentuk imunitas, yaitu kekebalan tubuh terhadap infeksi atau penyakit. Organisme penyebab penyakit (patogen) dapat masuk ke dalam tubuh dan memasuki jaringan atau sel-sel dalam tubuh. Kita perlu menjaga sistem imun agar dapat mengetahui bagaimana cara mempertahankan imunitas atau mencegah suatu penyakit masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kita juga dapat mengetahui mengapa kita perlu mendapatkan imunisasi ketika masih balita. Di dunia kedokteran, sistem imun juga telah dikembangkan untuk membuat vaksin, transplantasi organ, dan terapi kanker.

Fungsi Sistem Imun
Sistem imun memiliki beberapa fungsi bagi tubuh, antara lain sebagai berikut:
  1. Penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Penjaga keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua.
  3. Pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi, atau ganas, serta menghancurkannya.