Pernahkan Anda memperhatikan sungai-sungai yang terdapat di perkotaan dan sungai-sungai yang terdapat di daerah pegunungan atau pedesaan? Bagaimana warna airnya? Bagaimana jumlah organisme yang hidup di dalamnya, misalnya jumlah ikannya?
Umumnya sungai-sungai yang terdapat di pegunungan atau pedesaan masih alami sehingga airnya masih jernih. Sebaliknya, sungai-sungai di perkotaan umumnya sudah keruh atau berwarna kehitaman karena sudah tercemar berbagai bahan buangan atau limbah sisa-sisa aktivitas manusia.
Pencemaran air merupakan peristiwa masuknya bahan-bahan berbahaya, merugikan atau tidak disukai ke dalam air dengan konsentrasi atau jumlah yang (secara langsung atau kumulatif) cukup besar untuk dapat merugikan atau mempengaruhi kegunaan atau kualitas air. Bahan-bahan apa sajakah yang dapat menyebabkan pencemaran air? Ada banyak sekali bahan yang dapat menyebabkan pencemaran air, yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi bahan anorganik dan bahan organik. Bahan yang termasuk anorganik antara lain tumpahan minyak (baik mentah ataupun yang telah diproses) dari kapal tanker, limbah pabrik, limbah pertambangan, pupuk dan pestisida. Adapun yang termasuk bahan-bahan organik, antara lain limbah rumah tangga dan bahan buangan dari rumah pemotongan hewan.
Pencemaran air dapat terjadi secara langsung dan secara tidak langsung. Pencemaran air secara langsung terutama disebabkan oleh efluen atau limbah buangan dalam bentuk cairan dari kegiatan industri, pertanian dan rumah tangga. Sementara itu, pencemaran air secara tidak langsung terjadi karena adanya rembesan zat-zat kimia beracun dan berbahaya dari timbunan limbah industri, pertanian, dan rumah tangga ke dalam perairan terbuka (sungai, laut, saluran air, danau, waduk, dan sumur) serta air dalam tanah.
Mengapa efluen dapat mencemari air? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu antara lain: