Tampilkan postingan dengan label Ilmu Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

KEBUN RAYA

Kebun raya adalah kebun buatan yang berguna untuk menghimpun tumbuhan dari berbagai tempat untuk dilestarikan dalam suatu tempat. Selain itu juga digunakan untuk penelitian dan rekreasi. Misalnya Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Purwodadi (Jawa Timur).

HUTAN LINDUNG

Hutan lindung biasanya terletak di daerah pegunungan. Hutan tersebut berfungsi sebagai daerah resapan air. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi erosi dan mengatur tata air.

TAMAN LAUT

Taman laut merupakan wilayah lautan yang memiliki keanekaragaman laut tinggi, unik dan indah. Kawasan ini dijadikan sebagai kawasan konservasi alam, misalnya Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.

HUTAN WISATA

Hutan wisata adalah hutan produksi (diambil hasilnya) yang dimanfaatkan untuk objek wisata. Diharapkan wisatawan dapat menikmati keanekaragaman hayati beserta lingkungannya untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

TAMAN NASIONAL

Taman nasional juga bertujuan untuk melindungi flora, fauna beserta ekosistemnya. Hal ini penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan rekreasi alam. Beberapa taman nasional tersebut misalnya:
  1. Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh dan Sumatra Utara)
  2. Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatra Selatan dan Bengkulu)
  3. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Bengkulu dan Lampung)
  4. Taman Nasional Ujung Kulon (Banten)
  5. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Bogor dan Sukabumi Jawa Barat)
  6. Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)
  7. Bromo Tengger (Jawa Timur)
  8. Taman Nasional Meru Betiri (Jawa Timur)
  9. Baluran (Banyuwangi Jawa Timur)
  10. Bali Barat dan Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Barat)
  11. Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan Tengah)

CAGAR ALAM

Cagar alam adalah membiarkan ekosistem dalam suatu wilayah apa adanya. Perkembangan diserahkan kepada alam agar terjadi proses secara alami. Cagar alam dimaksudkan untuk melindungi ciri khas tumbuhan, hewan dan ekosistem alam. Manusia dilarang untuk masuk ke wilayah tersebut. Contohnya Cagar Alam Pangandaran (Jawa Barat).

PERLINDUNGAN KEANEKARGAMAN HAYATI

Perlindungan (konservasi) keanekaragaman hayati merupakan kesepakatan internasional untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan. Karena flora dan fauna itu hidup pada habitat tertentu, maka upaya pelestariannya juga meliputi ekosistem di suatu wilayah. Perlindungan tersebut meliputi upaya mendirikan beberapa tempat perlindungan seperti:
  1. Cagar Alam
  2. Taman Nasional
  3. Hutan Wisata
  4. Taman Laut
  5. Hutan Lindung
  6. Kebun Raya

Minggu, 01 Januari 2012

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan mampu menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut masih dalam daya dukung dan daya lentingnya. Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak, artinya lingkungan menjadi tidak seimbang jika terjadi perubahan yang melebihi daya dukung dan daya lentingnya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena alam maupun manusia.

DAUR OKSIGEN

Daur oksigen sangat berhubungan dengan daur karbon. Oksigen dilepaskan ke atmosfer akibat aktivitas fotosintesis dan digunakan oleh seluruh organisme hidup untuk respirasi. Pada tahun-tahun belakangan ini, konsentrasi di atmosfer telah mulai menurun akibat banyaknya pembakaran bahan bakar fosil. Pesawat jet transatlantik memerlukan kurang dari 4 ton oksigen dalam sekali perjalanan.

DAUR KARBON

Karbon (C) adalah unsur utama pembentuk bahan-bahan organik. Sekitar 18% dari tubuh organisme terdiri atas unsur ini. Sumber karbon utama bagi organisme berklorofil adalah bentuk CO2 yang diperoleh dari udara atau terlarut di dalam air. Di dalam tubuh organisme berklorofil, CO2 diubah menjadi senyawa organik (termasuk karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat). Dalam bentuk ini, karbon dimanfaatkan oleh organisme pada tingkat trofi yang lebih tinggi.